15 Januari 2026 21:59
IMG-20250829-WA0015

Bralinknews.com -Cilegon – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) melaksanakan monitoring program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) PLN Group di PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Suralaya, Kota Cilegon. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan program TJSL memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Monitoring dilakukan dengan mengunjungi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Gebers Cemerlang di Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Banten. KSM ini berhasil mengembangkan inovasi Tungku Sangkrah yang mampu mengolah sampah minim emisi dan menghasilkan paving block dari limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA).

 

Koordinator Humas & Layanan Informasi Publik Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Pandu Satria Jati, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dilakukan KSM Gebers Cemerlang. Inovasi ini dinilai mampu memberdayakan masyarakat melalui pengelolaan bank sampah dan pengolahan limbah menjadi produk bernilai ekonomis.

 

“KSM Gebers Cemerlang memiliki inovasi luar biasa dalam memberdayakan masyarakat melalui bank sampah. Sampah-sampah ini diolah dengan inovasi tungku yang diharapkan dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Pandu saat ditemui di lokasi monitoring.

 

Pandu juga menambahkan bahwa Kementerian ESDM mendukung penuh upaya BP Taskin dalam mengkoordinasikan percepatan pengentasan kemiskinan melalui program-program TJSL yang dilakukan oleh badan usaha.

 

Ketua KSM Gebers Cemerlang, Salman, menjelaskan bahwa Tungku Sangkrah telah dikembangkan sejak tahun 2021 dengan memanfaatkan barang bekas. Saat ini, KSM telah memenuhi permintaan dari tujuh wilayah, termasuk tiga di luar Kota Cilegon. Tungku Sangkrah dijual seharga Rp8 juta per unit.

 

“Tungku Sangkrah ini minim polusi karena asapnya didestilasi dan dialirkan ke penampungan eceng gondok. Sisa abunya dimanfaatkan untuk campuran paving block,” jelas Salman.

 

Selain tungku sangkrah, KSM Gebers Cemerlang juga memproduksi paving block dari campuran limbah FABA, abu batu, pasir, dan abu sisa pembakaran sampah. Dalam sehari, KSM mampu memproduksi sekitar 25 meter paving block yang dijual dengan harga Rp45 ribu per meter untuk jenis bata dan Rp60 ribu per meter untuk jenis motif.

 

Inovasi yang dilakukan KSM Gebers Cemerlang ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi kelompok masyarakat lainnya dalam memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai ekonomis sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan. Program TJSL yang tepat sasaran diharapkan dapat mempercepat upaya pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *