Bralinknews.com, Pandeglang – Pembuatan Apem Bohay, salah satu kudapan khas Pandeglang. Organisasi IMIKI (Ikatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi Indonesia) di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, melakukan kunjungan di rumah pembuatan apem bohay khas Pandeglang.

Selain menyimpan wisata alam yang indah dan mempesona, ternyata Kabupaten Pandeglang, di  Provinsi Banten, memiliki banyak kuliner khas yang memiliki cita rasa tinggi, Minggu (22/12).Beberapa kuliner khas di  Kabupaten Pandeglang yang terkenal tersebut antara lain apem bohay, kue balok, angeun lada, dan yang lainnya.Diantara kuliner khas Pandeglang yang terkenal itu, ada apem bohay yang merupakan kudapan manis dengan rasanya yang manis legit, kenyal dan diminati di berbagai kalangan generasi.Disebutnya apem bohay, karena kue yang dibentuk persegi empat itu bentuknya mengembang dan berisi, sehingga disebut demikian.Sosok Hajah Ucah adalah seorang perajin kudapan manis legendaris apem bohay putih kuliner khas Cimanuk, Kabupaten Pandeglang.Hajah Ucah merupakan salah satu sosok perajin kue apem bohay yang setia melestarikan kuliner khas Pandeglang Banten hingga saat ini.Diketahui bahwa Hajah Ucah, menjadi perajin kue apem bohay khas Cimanuk, Kabupaten Pandeglang sejak tahun 1970.Sebelum ada mesin penggiling tepung dulu proses pembuatan tepung masih menggunakan cara tradisional yaitu dengan ditumbuk memakai alu.

Baca Juga ya..  PT LCI Memperpanjang Aktivitas Flaring Selama Satu Pekan  

Untuk menghasilkan cita rasa yang lebih enak lagi proses pembuatan apem bohay ini lebih baik menggunakan kayu bakar.Sedangkan untuk cetakannya sendiri kue apem Bmbohay Hajah Ucah ini lebih dominan menggunakan daun pisang, dalam bahasa sunda cetakan itudisebut takir.Seperti biasanya pagi hari adalah waktu yang sibuk di dapur Hajah Ucah, sosok perajin apem putih di Kadubungbang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, Banten.Menurut keterangan Ibu Hajah Ucah, bahwa usaha membuat kue apem bohay ini dilakukan secara turun temurun yakni meneruskan usaha ibunya. Sebelumnya Hajah Ucah hanya membuat kue apem bohay pada saat bulan puasa saja, kini dirinya setiap hari memproduksi kue apem ini.Sekarang usaha apem bohay putih ini diteruskan oleh salah satu putri Hajah Ucah, yakni Rina sebagai generasi ke tiga perajin kue apem bohay putih khas Kabupaten Pandeglang, Banten.

Baca Juga ya..  Pria Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di Perumahan Banten Indah Permai (BIP) Serang, Diduga Akibat Terjatuh

Kue apem bohay ini, terbuat dari bahan- bahan yang sederhana seperti  tepung beras, tape, dan air, yang kemudian dikukus hingga matang. Meskipun proses pembuatan kue ini cukup mudah, tetapi keahlian dalam membuatnya dibutuhkan pengalaman dan ketelatenan. Kue apem bohay buatan Rina, disajikan dalam bentuk kotak dan gula jawa yang sudah dicairkan atau yang biasa disebut kinca.Adapun kendala yang kerap dihadapi, tak lain saat proses pembuatan, di mana biasanya adonan berasnya kerap lengket. “Kalau kendalanya ya itu kadang suka lengket dan tape nya juga tidak mau mengembang”, tutur Rina.Akan tetapi itu tidak membuat semangatnya menurun untuk mempertahankan resep dan tradisi keluarga yang menjadi motivasinya.Kue apem buatan Rina tidak hanya populer dikalangan warga lokal, tetap juga menarik perhatian wisatawan yang berkunjung ke Pandeglang. Banyak dari mereka yang datang untuk mencicipi kue apem buatan Rina. Terutama, Jejak Si Gundul juga pernah datang ke rumah pembuatan kue apem bohay Rina.Banyak para pelanggan kue apem bohay putih yang datang langsung ke dapur produksi, sehingga suasana hangat pun tercipta spontan antara penjual dan pembeli.Tak ada rahasia resep yang disimpan, dapur produksi kue apem bohay terbuka untuk pembeli sambil melihat bahan-bahan untuk membuat kue apem bohay putih.

Baca Juga ya..  Polda Banten Paparkan Capaian Kinerja 2025, Kejahatan Turun dan Penyelesaian Perkara Meningkat

Diantara bahan-bahan untuk membuat kue apem bohay putih ini antara lain tepung beras, tape singkong, garam, air serta pelengkap kinca gula aren.Pembeli bisa melihat proses pembuatan kue apem bohay putih tanpa sekat, selama 20 menit proses mengukus, kue Apem Putih khas Pandeglang Banten siap santap atau bisa juga dikemas sebagai oleh-oleh orang terdekat.Pada zaman dahulu biasanya para Sultan Banten membagikan kue apem bohay Putih pada saat bulan puasa, terutama saat buka puasa.

By bralinknews

BRALINKNEWS.COM Berita terkini nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *