Bralinknews.com – Merak — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan bahwa penataan Pelabuhan Merak terus dilakukan secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari implementasi program sterilisasi pelabuhan penyeberangan guna menciptakan kawasan yang semakin aman, tertib, dan memberikan pengalaman layanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa.
Dalam proses penataan Pelabuhan Merak ini, ASDP berkomitmen untuk tetap memperhatikan aspek ekonomi lokal. Kawasan pelabuhan tetap menjadi ruang aktivitas bagi mitra dagang resmi, termasuk pedagang asongan yang telah terdata dan berada di bawah naungan yayasan resmi.
Zonasi dan Ketertiban Mitra Dagang Resmi
Para mitra dagang dalam program penataan Pelabuhan Merak telah dikoordinasikan secara intensif. Koordinasi ini meliputi kelengkapan identitas, penggunaan atribut resmi, hingga penempatan lokasi aktivitas perdagangan sesuai dengan zonasi yang telah ditetapkan oleh manajemen ASDP. Dengan adanya penataan ini, aktivitas perdagangan di lingkungan pelabuhan tetap dapat berlangsung secara tertib. Langkah ini juga memberikan kepastian hukum dan operasional mengenai siapa saja yang diperbolehkan beraktivitas serta di area mana kegiatan ekonomi tersebut diizinkan.
Transparansi Pembayaran dan Kontribusi MitraSehubungan dengan informasi mengenai sejumlah pembayaran yang dibebankan kepada mitra dagang, ASDP memberikan klarifikasi penting untuk menghindari kesalahpahaman. ASDP menegaskan bahwa pembayaran tersebut tidak seluruhnya merupakan penerimaan atau pungutan resmi perusahaan.
Adapun rincian mengenai aliran dana tersebut adalah sebagai berikut:
1. Penerimaan Resmi ASDP: Hanya berupa pas masuk pelabuhan yang besarannya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
2. Pengelolaan Yayasan: Kebutuhan atau kewajiban finansial lainnya dikelola langsung oleh yayasan yang menaungi para pedagang sesuai dengan mekanisme internal mereka.
Fokus pada Keselamatan dan Pelayanan Publik
Bagi manajemen ASDP, sterilisasi kawasan bukan semata-mata tentang membatasi aktivitas ekonomi, melainkan upaya menata agar setiap kegiatan di pelabuhan memiliki kepastian dan keamanan. Keberadaan mitra dagang resmi tetap menjadi prioritas yang diperhatikan dalam proses penataan Pelabuhan Merak.
ASDP terus membuka ruang koordinasi bersama pihak yayasan, mitra dagang, serta seluruh pemangku kepentingan (stakeholders). Hal ini dilakukan agar proses penataan dapat berjalan secara bertahap, transparan, dan tetap kondusif bagi semua pihak.
Aspek keselamatan, kenyamanan, serta kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama. ASDP percaya bahwa pelabuhan yang tertib tidak hanya menciptakan perjalanan yang nyaman, tetapi juga menghadirkan ruang yang lebih baik bagi seluruh pihak yang beraktivitas di dalamnya.

