Bralinknews.com – Cilegon – Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) bersama sejumlah stakeholder penyeberangan Merak-Bakauheni menggelar sosialisasi keselamatan dan keamanan pelayaran kapal angkutan penyeberangan di Kota Cilegon, Banten, Kamis (20/8).
Kegiatan tersebut digelar untuk memperkuat ekosistem keselamatan transportasi sekaligus meningkatkan kesadaran dan kesiapan seluruh pihak dalam menjaga keselamatan serta keamanan penyeberangan.
Ketua Umum Gapasdap Khoiri Soetomo mengatakan, sosialisasi ini menjadi langkah penting untuk mendorong seluruh pihak menerapkan standar keselamatan secara konsisten, terutama menyusul maraknya kecelakaan dan kebakaran kapal di sejumlah wilayah dalam beberapa waktu terakhir.
“Kami sangat berharap industri angkutan penyeberangan nasional bisa melakukan hal yang sama seperti layaknya di pesawat, bilamana kita juga menjalankan standar operating procedure safety yang seperti dilakukan di pesawat,” kata Khoiri.
Ia menegaskan, aspek keselamatan harus menjadi perhatian bersama, termasuk memastikan tidak ada kendaraan yang melebihi dimensi maupun kapasitas muatan atau overdimensi dan overload (ODOL) masuk ke kapal penyeberangan.
“Kami sangat berharap mulai hari ini tidak ada lagi overdimensi overload yang melanggar masuk ke kapal-kapal penyeberangan,” ujarnya.
Selain itu, Gapasdap mendorong agar setiap barang yang diangkut kapal wajib dideklarasikan dan tercatat dalam cargo manifest maupun cargo declaration.
“Mulai hari ini wajib harus muatan-muatan itu dideklarasikan, wajib ada cargo manifest, wajib ada cargo declaration, sehingga kita akan mendapatkan sebuah standar safety,” kata Khoiri.
Menurut dia, pendataan manifest barang dan penumpang sangat penting untuk memastikan seluruh muatan yang diangkut kapal terdata sesuai kondisi sebenarnya. Langkah tersebut juga diharapkan dapat mempermudah pengawasan dan mengantisipasi berbagai risiko keselamatan selama pelayaran.
Sosialisasi tersebut melibatkan sejumlah stakeholder, di antaranya BPTD Banten, KSOP Banten dan Lampung, ASDP Merak, Basarnas, Jasa Raharja, serta para pelaku usaha angkutan penyeberangan di lintasan Merak-Bakauheni.
Gapasdap berharap kolaborasi seluruh stakeholder dapat meningkatkan standar keselamatan dan keamanan pelayaran, sehingga memberikan rasa aman bagi masyarakat yang menggunakan jasa angkutan penyeberangan, khususnya di lintasan Merak-Bakauheni yang menjadi salah satu jalur penyeberangan strategis nasional.
Sementara itu, Kepala BPTD Kelas II Banten, Eko Indra Yanto mengatakan kegiatan ini penting untuk mengantisipasi terjadinya musibah kebakaran kapal dalam di beberapa wilayah yang terjadi dalam kurun waktu 12 hari terakhir.
“Kita semuanya seluruh stakeholder di Penyeberangan Merak-Bakauheni kita bersama-sama melakukan pencegahan. Dalam hal ini antisipasi, salah satunya menegaskan kembali bahwa seluruh penumpang itu wajib mengisi data manifest yang mana di kolom Ferizy itu sudah tertera ada ruang untuk proses pengisiannya namun ada beberapa pengguna jasa itu belum melakukan pengisian dengan baik. Ruang pengisiannya sudah disediakan tapi pengisiannya yang belum dilakukan untuk itu kami mengajak seluruh pengguna jasa penyeberangan untuk sama-sama bagi yang mau melakukan perjalanan diharapkan mengisi daftar manifest karena itu menjadi salah satu hal yang penting jangan sampai nanti bila kejadian mencari manifestnya tidak tercantum,” kata Eko.
Turut hadir dalam kegiatan Nahkoda Kapal Patroli KN. 372 KSOP Kelas I Banten, Capt. Adi Wijaya yang sedang melaksanakan pengabdian masyarakat bersama dosen program Magister Hukum, Universitas 17 Agustus 1945.
Melalui kolaborasi lintas sektoral termasuk unsur akademisi ini, Gapasdap berharap standar keselamatan penyeberangan Merak-Bakauheni dapat meningkat secara signifikan demi kenyamanan seluruh masyarakat

