Implementasi Sterilisasi Pelabuhan ASDP Merak

Bralinknews.com – Cilegon – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) secara resmi memulai implementasi kebijakan sterilisasi pelabuhan ASDP di lima titik penyeberangan utama mulai hari ini, 5 Agustus 2026. Pelabuhan Merak di Banten ditunjuk sebagai lokasi peluncuran utama (go live) yang mengedepankan sistem pengendalian akses terpadu melalui one gate system.
Langkah ini diambil untuk menciptakan kawasan pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan nyaman, mengingat pelabuhan merupakan objek vital nasional yang memerlukan pengawasan ketat.

Mengapa Sterilisasi Pelabuhan ASDP Diperlukan?
Kebijakan sterilisasi pelabuhan ASDP bertujuan untuk memantau setiap pergerakan manusia maupun kendaraan secara lebih akurat. Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Heru Widodo, menjelaskan bahwa sistem satu pintu (one gate system) akan mengidentifikasi setiap pengunjung untuk memastikan mereka memiliki kepentingan yang valid di area pelabuhan.

Baca Juga ya..  Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba di DWP 2025 Bali, Selamatkan Lebih 162 Ribu Jiwa

Secara teknis, sistem gerbang otomatis (automatic gate system) di pelabuhan ini dapat memangkas waktu layanan per truk dari semula 10-15 menit menjadi hanya 1-2 menit saja. Hal ini secara signifikan meningkatkan efisiensi pergerakan barang dan kenyamanan penumpang di area penyeberangan.

Daftar 5 Pelabuhan Besar yang Menerapkan One Gate System.
Untuk tahap awal, ASDP memprioritaskan lima pelabuhan besar dengan trafik tinggi untuk menerapkan standar sterilisasi baru ini:
* Pelabuhan Merak (Cilegon, Banten)
* Pelabuhan Bakauheni (Lampung)
* Pelabuhan Ketapang (Banyuwangi)
* Pelabuhan Gilimanuk (Bali)
* Pelabuhan Lembar Khayangan (Lombok)
Standardisasi ini direncanakan akan diterapkan secara bertahap di seluruh 30 pelabuhan yang dikelola oleh ASDP.

Baca Juga ya..  Astra Infra Tol Tangerang-Merak dan Polisi Gelar Kampanye Keselamatan Lalu Lintas Menjelang Libur Natal-Tahun Baru  

Teknologi Keamanan dan Kenyamanan Pengguna Jasa.
Sistem pengendalian akses ini dilengkapi dengan teknologi canggih seperti barrier gate otomatis berkecepatan tinggi (heavy duty), pemindai tiket RFID, hingga kamera pengawas (CCTV) untuk menangkap wajah (face capture).
Beberapa keunggulan dari penerapan teknologi ini antara lain:
1. Akurasi Tinggi: Penggunaan teknologi ANPR (Automatic Number Plate Recognition) dapat mencapai akurasi hingga 98% dalam mendeteksi kendaraan tanpa perlu kartu tambahan.
2. Keamanan Berlapis: Hanya pengunjung yang terdata dan memiliki tiket valid yang dapat memasuki kawasan inti pelabuhan.
3. Ketertiban Antrean: Meminimalkan risiko penumpukan kendaraan di area masuk berkat proses verifikasi otomatis yang hanya memakan waktu beberapa detik.

Baca Juga ya..  Mitigasi Bencana, Pemprov Banten Segel Tiga Tambang Ilegal di Cilegon

Penerapan sterilisasi ini telah melalui masa uji coba intensif sejak April 2026 untuk memastikan transformasi menuju manajemen pelabuhan yang modern dan memenuhi standar keselamatan internasional berjalan dengan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *