Bralinknews.com -Serang – Aktivitas balap liar yang marak terjadi di kawasan KP3B, khususnya pada malam hingga dini hari, telah menimbulkan keresahan mendalam di kalangan warga. Selain mengganggu ketenangan lingkungan, aksi berbahaya ini juga mengancam keselamatan pengguna jalan dan warga sekitar.

 

Dani, seorang warga yang berdomisili di sekitar KP3B, menuturkan bahwa balap liar biasanya dimulai sejak sore menjelang magrib, kemudian berlanjut kembali dari tengah malam hingga menjelang subuh. “Pelakunya kebanyakan remaja usia SMA. Kami sangat terganggu dengan suara knalpot yang bising. Seharusnya orang tua lebih proaktif dalam mengawasi dan mendidik anak-anak mereka,” ujarnya dengan nada prihatin.

Baca Juga ya..  Astra Infra Tol Tangerang-Merak dan Polisi Gelar Kampanye Keselamatan Lalu Lintas Menjelang Libur Natal-Tahun Baru  

 

Keluhan serupa juga disampaikan oleh Bapak Namin, warga dari lingkungan Gowok Masjid KP3B. Menurutnya, aksi balap liar paling sering terjadi pada akhir pekan, mulai dari hari Jumat hingga Minggu. Ia menambahkan bahwa sebagian besar pelaku berasal dari luar lingkungan KP3B. “Mereka biasanya menggunakan jalur lambat di sisi kiri jalan. Balapan dimulai sejak pukul lima sore dan kembali terjadi sekitar pukul satu dini hari. Kami benar-benar terganggu, apalagi suara knalpot sangat memekakkan telinga. Kami sulit tidur. Kami sangat berharap pihak kepolisian segera turun tangan untuk menghentikan kegiatan ini,” tuturnya dengan nada penuh harap.

Baca Juga ya..  LOTTE Chemical Indonesia Resmikan Pabrik Petrokimia Terintegrasi Berkelas Dunia di Cilegon

 

Kekhawatiran warga tidak hanya terbatas pada masalah kebisingan, tetapi juga mencakup keselamatan jiwa. Bapak Bayu, yang rumahnya berada di tepi jalan, mengaku sangat resah, terutama pada malam minggu ketika aktivitas balap liar berlangsung hingga pagi. “Saya merasakan langsung dampaknya. Adik saya menjadi korban tabrak lari oleh pembalap liar dan meninggal dunia satu tahun lalu,” ungkapnya dengan nada sedih dan penuh duka.

Baca Juga ya..  ASDP Perkuat Layanan Merak-Bakauheni untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2025

 

Suryadi, warga lainnya, menambahkan bahwa pelaku balap liar umumnya adalah anak-anak di bawah umur. Kondisi ini semakin memperparah keresahan warga, mengingat risiko kecelakaan dan dampak negatif lainnya yang dapat ditimbulkan oleh aktivitas ilegal ini. Warga berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan tegas untuk menertibkan balap liar di kawasan KP3B demi menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat.

By bralinknews

BRALINKNEWS.COM Berita terkini nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *