
Tiga Oknum Ormas di Purbalingga Ditetapkan Tersangka Kasus Pemerasan
Bralinknews.com – Purbalingga – Kepolisian Resor (Polres) Purbalingga menetapkan tiga oknum dari sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai tersangka dalam kasus pemerasan terhadap penjual minuman di Kelurahan Kandang Menjangan, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Penetapan tersangka ini merupakan tindak lanjut dari video viral yang beredar di media sosial, memperlihatkan tindakan intimidasi dan pemerasan di sebuah toko minuman.

Dalam konferensi pers di Markas Polres Purbalingga, Selasa sore (29/4), Kepala Polres Purbalingga, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Achmad Akbar, menjelaskan kronologi kejadian. Video viral tersebut menampilkan sejumlah orang yang melakukan intimidasi dan pemerasan di toko minuman tersebut. “Ada bentuk perilaku yang sifatnya mengintimidasi penjual dan mengambil barang yang merupakan bagian dari jualan toko tersebut,” ujar AKBP Achmad Akbar.
Satuan Reserse Kriminal Polres Purbalingga langsung melakukan penyelidikan setelah video tersebut beredar. Hasilnya, para pelaku berhasil diidentifikasi dan diamankan untuk diperiksa. Dari hasil penyelidikan, terungkap dua perkara terkait kejadian ini. Perkara pertama berkaitan dengan tindakan intimidasi yang dilakukan oleh sejumlah orang, sementara perkara kedua terkait dengan penjualan minuman beralkohol tanpa izin.
AKBP Achmad Akbar menambahkan bahwa hingga Selasa siang, penyidik telah memeriksa lima orang yang terlihat dalam video viral tersebut. Namun, hingga saat ini baru tiga orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus pemerasan. Proses hukum selanjutnya akan terus berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Penetapan tiga oknum ormas sebagai tersangka dalam kasus pemerasan ini menunjukkan keseriusan Polres Purbalingga dalam menangani kasus tersebut. Tindakan tegas ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Polres Purbalingga juga akan terus menyelidiki kasus penjualan minuman beralkohol tanpa izin yang terkait dengan kejadian ini. Kejadian ini menjadi bukti pentingnya peran media sosial dalam mengungkap kasus-kasus kriminal dan penegakan hukum di Indonesia.
