dr Dianing Latifah membahas kecanduan gadget pada anak
Bagikan artikel ini!

Bralinknews.com – Cilegon – Penggunaan gawai atau gadget pada anak kini menjadi tantangan besar bagi para orang tua. Guna mengupas tuntas fenomena ini, Eka Hospital Cilegon menggelar edukasi kesehatan anak bertajuk “Bahaya Kecanduan Gadget pada Anak dan Peran Orang Tua dalam Menghadapinya”.

Acara edukasi ini menghadirkan dokter spesialis anak Eka Hospital Cilegon, dr. Dianing Latifah, Sp.A, sebagai pembicara utama. Kegiatan edukatif tersebut berlangsung di Sebrang Jalan Coffee & Venue, Cilegon, pada Senin (27/7/2026).

Dampak Buruk Kecanduan Gadget pada Anak
Dalam pemaparannya, dr. Dianing Latifah mengungkapkan bahwa mayoritas orang tua mengeluhkan anak-anak mereka yang mulai menunjukkan gejala ketergantungan gawai. Dampak yang paling sering terlihat adalah perubahan emosi yang drastis.
“Banyak orang tua mengeluhkan anak yang sulit lepas dari gadget. Bahkan, tidak sedikit anak yang menangis, marah, atau tantrum saat perangkat tersebut diambil. Kondisi ini sering kali menjadi tanda bahwa anak sudah mulai mengalami ketergantungan,” ujar dr. Dianing.

Lebih lanjut, ia merinci tiga dampak kronis yang kerap menyerang anak akibat penggunaan HP secara berlebihan:
*Emosi Tidak Terkontrol: Anak menjadi lebih sensitif dan mudah meledak-ledak.
*Tantrum atau Meltdown: Anak mengalami stres berat atau mengamuk saat gawai diambil.
*Penurunan Kognitif: Anak menjadi sulit memahami tugas atau instruksi yang diberikan oleh guru di sekolah karena pola pikir yang menjadi irasional.

Baca Juga ya..  Chandra Asri Group Serahkan Bantuan Cepat dan membuka dapur umum Korban Banjir Cilegon

Selain psikis, fisik anak juga dipertaruhkan. Paparan layar dalam durasi lama berisiko menyebabkan mata lelah, gangguan tidur, nyeri leher dan punggung, hingga obesitas akibat kurangnya aktivitas fisik.

Baca Juga ya..  Kapolres Cilegon Pimpin Sertijab Tiga Kapolsek, AKBP Martua Silitonga: Mutasi Adalah Penyegaran Organisasi

Aturan Durasi Main HP Sesuai Usia Anak
Sebagai langkah pencegahan, dr. Dianing Latifah menitipkan pesan penting mengenai batasan ketat penggunaan gawai berdasarkan kelompok usia anak:
*Anak Usia di Bawah 2 Tahun: Sama sekali tidak diperkenankan menggunakan HP atau gawai. Pengecualian hanya diberikan untuk aktivitas panggilan video (video call) interaktif.
*Anak Usia 2 sampai 5 Tahun: Hanya boleh menggunakan HP dengan aplikasi yang sangat terbatas, seperti tontonan animasi atau video kehidupan nyata (real life). Durasi waktu pun dibatasi ketat, yaitu kurang dari 30 menit per hari dan wajib berada di bawah pendampingan penuh orang tua.
“Pendampingan ini penting agar para anak juga bisa belajar dan mencerna apa yang sedang mereka lihat di layar,” tegasnya.

Kapan Orang Tua Harus ke Dokter?
Dr. Dianing mengimbau para orang tua untuk tidak mengabaikan perubahan perilaku pada anak. Jika anak sudah menunjukkan gejala ketergantungan yang berat, penanganan medis sejak dini sangat diperlukan.

Baca Juga ya..  Pembangunan Jalan di Desa Pegandekan: Sebuah Investasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

“Jika orang tua melihat perubahan perilaku seperti gangguan tidur berat, penurunan prestasi belajar, kesulitan bersosialisasi, atau tantrum berlebihan, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis anak. Jangan ragu, karena penanganan sejak dini dapat mencegah dampak yang lebih serius terhadap tumbuh kembang anak,” tutupnya


Bagikan artikel ini!

By idzhar dhaffa

BRALINKNEWS.COM Berita terkini nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *