BUSINESSDAERAHEKONOMIINFONASIONALNewsTechnology

Imbas Konflik AS-Iran di Selat Hormuz, Chandra Asri Group Umumkan Status Force Majeure dan Pangkas Operasional Pabrik.

Bralinknews.com – Jakarta – PT Chandra Asri Group (Chandra Asri) secara resmi mengumumkan pemberitahuan force majeure kepada seluruh mitra bisnisnya menyusul eskalasi konflik militer yang terjadi di kawasan Selat Hormuz, Timur Tengah. Langkah strategis ini diambil sebagai respons atas terganggunya rantai pasok bahan baku global yang berdampak langsung pada operasional perusahaan.

Eskalasi Geopolitik dan Rantai Pasok.

Konflik bersenjata yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran di salah satu jalur maritim paling krusial di dunia tersebut telah menghambat kelancaran distribusi bahan baku kimia. Menanggapi situasi yang tidak menentu ini, Chandra Asri menyatakan bahwa penyampaian status force majeure merupakan prosedur administratif yang sesuai dengan ketentuan kontraktual yang berlaku.

Baca Juga ya..  Chandra Asri Group Gelar Tarjung Ramadan, Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat Cilegon dan Serang

Direktur Sumber Daya Manusia & Urusan Korporat Chandra Asri Group, Suryandi, menegaskan bahwa keputusan ini diambil melalui kajian mendalam mengenai potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan.

“Penyampaian ini merupakan langkah administratif yang dilakukan secara terukur, berdasarkan kajian menyeluruh atas potensi implikasi terhadap pemenuhan kewajiban kepada pelanggan, serta sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan,” ujar Suryandi dalam keterangan resminya, Rabu (4/3/2026).

Mitigasi dan Penyesuaian Operasional
Sebagai upaya menjaga ketahanan bisnis di tengah krisis, Chandra Asri memutuskan untuk melakukan penyesuaian pada lini produksi. Strategi mitigasi utama yang diambil adalah pengurangan tingkat operasional pabrik (run rates) guna mengimbangi terbatasnya ketersediaan bahan baku.

Baca Juga ya..  ASDP Perkuat Layanan Merak-Bakauheni untuk Kelancaran Mudik Lebaran 2025

Suryandi menjelaskan bahwa perusahaan terus memantau dinamika keamanan di Timur Tengah secara real-time untuk memastikan keselamatan dan keberlangsungan seluruh unit bisnis.
“Kami secara aktif memantau perkembangan situasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus berkembang, dan mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketahanan operasional di seluruh unit bisnis kami. Sebagai mitigasi, kami akan mengurangi tingkat operasional (run rates) di pabrik kami,” tambahnya.

Baca Juga ya..  Dukung Pengelolaan Sampah, Chandra Asri Group Serahkan Motor Pengangkut Sampah (Cator) ke Kelurahan Gunung Sugih

Komitmen terhadap Pelanggan.

Meskipun menghadapi tantangan logistik yang berat, Chandra Asri memastikan akan terus menjalin komunikasi intensif dengan para pelanggan. Koordinasi dilakukan secara aktif untuk memitigasi dampak keterlambatan atau gangguan pasokan produk turunan kimia di pasar.

Dalam kondisi global yang dinamis, raksasa kimia Indonesia ini tetap berkomitmen pada tiga pilar utama: kesinambungan operasional, ketahanan bisnis, dan evaluasi dampak berkelanjutan. Perusahaan akan terus mengevaluasi setiap perkembangan di Selat Hormuz untuk menentukan langkah strategis berikutnya demi melindungi kepentingan seluruh stakeholder.

bralinknews

BRALINKNEWS.COM Berita terkini nusantara