CILEGON, Bralinknews.com – Kecelakaan laut (laka laut) menimpa sebuah perahu pancing katir di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar Pulau Tempurung, Merak, Kota Cilegon, Banten. Insiden tragis tersebut mengakibatkan dua orang nelayan meninggal dunia dan satu orang lainnya berhasil diselamatkan oleh kapal penyeberangan.
Tim SAR gabungan segera bergerak melakukan evakuasi setelah menerima laporan dari nelayan setempat terkait adanya perahu pancing katir yang mengalami kecelakaan di tengah laut. Proses evakuasi berpusat di Pantai Mabak Merak, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Cilegon, pada Senin (26/10/2026) sore sekitar pukul 16.15 WIB.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya personel Lanal Banten, Kapal Patroli Ditpolairud Polda Banten, Basarnas Pos Merak, Tagana Merak Banten, serta dibantu oleh para nelayan setempat menggunakan Kapal Pancing Ciles.
Dari data yang dihimpun, terdapat total tiga orang korban dalam peristiwa naas ini. Satu korban selamat diketahui bernama Ujang Sutisna, warga Jalan Sunan Bonang, RT 001/RW 001, Kelurahan Kubangsari, Kecamatan Ciwandan, Cilegon. Ujang berhasil dievakuasi setelah diselamatkan oleh Kapal Motor Penyeberangan (KMP) SMS Sagita yang sedang melintas, dan langsung dirujuk ke Puskesmas Pulomerak untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, dua korban lainnya dinyatakan meninggal dunia. Korban meninggal pertama diidentifikasi bernama Afendi, warga Lingkungan Unyur, RT 003/RW 001, Kelurahan Unyur, Kota Serang. Korban memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 165 cm, rambut hitam keriting, serta mengenakan kaos berwarna biru. Korban meninggal kedua diidentifikasi bernama Sugiarto (38), warga Temu Putih, Cilegon.
Setelah berhasil dievakuasi ke daratan melalui Pantai Mabak Merak, kedua jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Kota Cilegon untuk menjalani proses visum et repertum. Kasus kecelakaan laut ini kini telah ditangani lebih lanjut oleh pihak Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Banten untuk diselidiki penyebab pastinya.
Secara keseluruhan, operasi evakuasi yang dilakukan oleh tim SAR gabungan dari sore hingga selesai berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

