Bralinknews.com, Cilegon – Wakil Walikota Cilegon, Sanuji Pentamarta, Kamis (01/09), mengunjungi lingkungan Watu Lawang, di Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, Banten, untuk melihat langsung warganya yang mengalami kesulitan air bersih.
Sanuji yang menemui langsung warga Watu Lawang, juga sempat melihat sejumlah kubangan yang dimanfaatkan warga sekitar, sebagai resapan air hujan yang dimanfaatkan warga untuk memperoleh air. Sehingga jika tidak turun hujan, masyarakat Watu Lawang sama sekali tidak mendapatkan air bersih.
“Tidak ada sumber air bersih sama sekali, kecuali resapan. Itupun jika ada hujan. Sehingga mereka hanya mengandalkan hujan dari sumber resapan itu kalau ada hujan ada air,” kata Sanuji.
Krisis air di lingkungan sekitar dirasakan warga sejak lama, karena secara geologis Watu Lawang berada di atas bukit bebatuan. Hal itulah yang membuat warga sekitar selalu mengalami krisis air.
“Bayangin aja kalau 3 hari berturut-turut tidak hujan. Udah gawat di Watu Lawang sangat kering dan tidak mendapatkan air bersih sama sekali,” ungkapnya.
Sementara itu Sanuji menjelaskan, berdasarkan informasi dari Lurah Gerem serta warga Watu Lawang, warga sekitar telah menemukan titik sumber air bersih untuk bisa memenuhi kebutuhan air di lingkungan nya, yang bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat Watu Lawang.
Namun yang menjadi kendala, sumber titik air itu ditemukan di wilayah Kabupaten Serang, sehingga warga meminta agar pemerintah Kota Cilegon bisa memfasilitasi nya.
“Satu titik air bersih, dan satu titik sumber air dan itu sudah di bor, ada airnya sudah dibor keluar airnya tapi berada di wilayah Kabupaten Serang. Ini perlu di diskusikan dengan baik, di musyawarahkan dengan warga di sana (Kabupaten Serang). Warga disana secara prinsip sudah menyetujui, hanya perlu di bicarakan. Karena itu katanya bisa di tarik untuk mencukupi 167 Kartu Keluarga (KK) di Watu Lawang,” kata Sanuji.
Terkait upaya untuk memecahkan persoalan ini, Sanuji mengaku akan berupaya untuk membantu pengadaan dua mesin pendorong air, empat penampung dan pipa sepanjang satu kilo.
“Jadi teman – teman di Pemerintah Kota Cilegon, saya harap bisa segera turun mencari solusi dan semoga tidak sampai di program tahun depan, program akhir tahun ini harus langkah cepat,” harapnya. (Har/Bok)

