
BRALINKNEWS.COM – Cilegon – Menghadapi tantangan musim penghujan di awal tahun 2026, Dinas Pendidikan Kota Cilegon mengambil langkah proaktif untuk melindungi fasilitas pendidikan. Bukan melalui mekanisme anggaran birokrasi yang panjang, keluarga besar Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon justru menunjukkan aksi nyata melalui penggalangan dana mandiri untuk membantu sekolah-sekolah yang rawan terdampak banjir.
Pada hari ini, Jumat (23/1/2026), Dinas Pendidikan secara resmi menyalurkan bantuan berupa mesin pompa hisap air kepada empat sekolah dasar yang menjadi titik rawan genangan. Langkah ini diambil agar proses belajar mengajar tidak terhambat saat intensitas hujan meningkat.
Empat Sekolah Jadi Prioritas
Berdasarkan pemetaan tim di lapangan, terdapat empat sekolah yang tersebar di beberapa kecamatan yang menjadi prioritas penyaluran bantuan. Sekolah-sekolah tersebut adalah:
1. SD Negeri Masikit 1 (Kecamatan Jombang)
2. SD Negeri Panggung Rawi (Kecamatan Jombang)
3. SD Negeri Kedaleman 2 (Kecamatan Cibeber)
4. SD Negeri Bumiwaras (Kecamatan Pulomerak)
“Hari ini kita memberikan bantuan pompa hisap banjir untuk sekolah-sekolah yang memang terdampak banjir. Ada 4 sekolah di Kota Cilegon ini, tersebar di wilayah Kecamatan Cibeber, Jombang, Cilegon, hingga ke Pulau Merak,” ujar perwakilan Dinas Pendidikan dalam sesi wawancara di lokasi penyerahan.
Lahir dari Semangat Gotong Royong
Hal yang paling menarik dari aksi ini adalah sumber pendanaannya. Bantuan alat pompa tersebut merupakan hasil donasi spontan dan sukarela dari seluruh elemen yang ada di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Cilegon.
Hanya dalam waktu singkat, yakni dua hari penggalangan dana di grup internal, bantuan berhasil terkumpul. Donasi mengalir mulai dari jajaran pengawas, para kepala sekolah, hingga pejabat di dinas pendidikan.
“Nah ini dari mana bantuannya? Ini adalah hasil dari sumbangan seikhlasnya dari kami di grup dinas pendidikan. Ada dari pengawas, kepala sekolah, dan dari pejabat juga. Jadi semua unsur memberikan sumbangan selama 2 hari,” tambahnya.
Bentuk Kepedulian Warga Pendidikan
Kecepatan pengumpulan dana ini menjadi bukti bahwa solidaritas di lingkungan pendidikan Kota Cilegon masih sangat kuat. Kepedulian antarsesama tenaga pendidik menjadi motor utama sehingga pengadaan alat pompa ini bisa terealisasi dalam waktu singkat.
“Alhamdulillah ini terkumpul cukup cepat karena ini adalah bentuk kepedulian dari warga pendidikan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Kami ingin memastikan ketika air masuk ke lingkungan sekolah, pihak sekolah bisa langsung bertindak cepat menyedot air agar fasilitas tidak rusak dan anak-anak bisa segera belajar kembali,” pungkasnya.
Dengan adanya bantuan pompa ini, diharapkan sekolah-sekolah di area rawan memiliki ketangguhan mandiri dalam menghadapi bencana, sehingga target pendidikan berkualitas di Kota Cilegon tetap terjaga di tengah tantangan iklim.