Bagikan artikel ini!

Bralinknews.com, Cilegon – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau hingga puncaknya terjadi pada Agustus dan September mendatang.

Oleh karena itu, untuk menghadapi kemarau tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon sudah memetakan wilayah mana saja yang perlu mendapat perhatian khusus agar penanganannya tepat sasaran. 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Cilegon Suhendi mengaku sudah melakukan antisipasi penanganan dan mitigasi lebih dini menghadapi musim kemarau dengan pemetaan wilayah rawan kebakaran dan kekeringan di Kota Cilegon. 

“Kita siap untuk mengantisipasi musim kemarau tahun ini, kita kerjasama dengan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lain untuk mengantisipasi itu supaya bisa teratasi kalau terjadi kebakaran dan kekeringan,” kata Suhendi, Jumat 21 Juni 2024.

Baca Juga ya..  Trafik Mudik Naik 9 Persen, ASDP Optimalkan 15 Lintasan Pantauan Nasional

Adapun pemetaan wilayah rawan kekeringan di antaranya di wilayah Kecamatan Pulomerak ada di Kelurahan Suralaya, Kelurahan Lebakgede dan Kelurahan Mekarsari. Sedangkan di Kecamatan Grogol ada di Kelurahan Gerem, serta di Kecamatan Purwakarta ada di Kelurahan Pabean, tepatnya di Lingkungan Kedurung.

Adapun untuk wilayah rawan kebakaran, paling rawan terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk seperti di wilayah Kecamatan Jombang dan Kecamatan Cilegon. Sementara di kawasan lahan perbukitan paling rawan kebakaran berada di wilayah Kecamatan Pulomerak dan Kecamatan Purwakarta.

“Itu titik-titik yang kita petakan penduduknya dalam ancaman kekeringan dan kebakaran bila terjadi kemarau,” jelas Suhendi.

Baca Juga ya..  Inovasi Aspal Plastik ‘CIRCLO©’ Chandra Asri Group Perkuat Infrastruktur Berkelanjutan di PT Indo Raya Tenaga

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana pada BPBD Kota Cilegon Faturohman menambahkan, pemetaan bencana kekeringan mengacu pada data wilayah rawan kekeringan di Kota Cilegon pada 2023 lalu. 

“Untuk kesiapsiagaan kita perlu assessment, yakni adanya pendataan sebagai bentuk kesiapsiagaan warga mana saja yang berada di rawan kekeringan. Hasil pemetaan kita dari tahun ke tahun yang rentan terhadap ancaman kekeringan itu ada di lingkungan yang lokasinya rata-rata di atas perbukitan,” ujarnya. 

Baca Juga ya..  Pemuda Asal Pandeglang Tenggelam Saat Sedang Mencuci Motor

Selain itu, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan semua pihak khususnya kepada lingkungan-lingkungan yang rentan terhadap risiko kekeringan di wilayah Kota Cilegon.

“Kami berkomunikasi terus dengan pengurus-pengurus masyarakatnya, baik Pak RT, Pak RW, nanti kita seperti apa penanganannya. Untuk sementara yang paling efektif menanganinya adalah dengan mengirim air menggunakan kendaraan tanki agar sampai ke lokasi-lokasi yang rentan kekeringan,” ungkapnya.


Bagikan artikel ini!

By idzhar dhaffa

BRALINKNEWS.COM Berita terkini nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *