Bralinknews.com – CILEGON – Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Cilegon melaksanakan monitoring program pasar pangan segar di Pasar Blok F, Kota Cilegon, pada Jumat (24/10). Kegiatan ini dilakukan dengan mengambil sampel bahan pangan yang dijual oleh pedagang pasar.
Analis Ketahanan Pangan Bapanas, Amalia, menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan satu unit mobil Laboratorium Keliling. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa bahan pangan yang beredar di pasaran aman dari zat berbahaya dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.
Monitoring pengawasan ini dilakukan dengan mengambil sampel dari sejumlah bahan pangan yang dijual di Pasar Blok F. Sampel-sampel ini kemudian diuji langsung di mobil Laboratorium Keliling menggunakan rapid test kit. Pengujian ini dilakukan untuk mendeteksi keberadaan zat-zat berbahaya seperti pestisida, formalin, dan timbal.
Beberapa bahan pangan yang menjadi fokus pengujian antara lain daging ayam dan ikan asin, yang dilaporkan rentan mengandung formalin. Namun, hasil pengecekan menunjukkan bahwa semua sampel yang diuji negatif dari kandungan zat berbahaya.
Amalia menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penjaminan keamanan pangan di pasar-pasar seluruh Indonesia. “Kebetulan di Kota Cilegon ada di Pasar Blok F. Penjaminan ini terkait pengawasan di pos market, di peredaran. Kami juga mendukung beberapa provinsi dengan mobil lab keliling yang dilengkapi dengan rapid test kit untuk pengujian pestisida formalin,” ujarnya.
Yessi Desvia, Analis Ketahanan Pangan Segar DKPP Kota Cilegon, menambahkan bahwa pangan segar yang aman adalah pangan yang telah diuji dan dipastikan aman untuk dikonsumsi oleh masyarakat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program nasional yang menargetkan 1.700 pasar tradisional dan modern. Di Provinsi Banten, kegiatan serupa dilaksanakan selama dua hari di sejumlah pasar di Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

