
PMI Cilegon Distribusikan 26 Ribu Liter Air Ke Lingkungan Pulomerak
Bralinknews.com ,CILEGON – PMI Kota Cilegon mendistribusikan 26 ribu liter air bersih ke lingkungan Kecamatan Pulomerak dalam upaya penanganan kekeringan pada musim kemarau.
Terdapat tiga lokasi di lingkungan kelurahan suralaya yang mengalami dampak kekeringan, yakni di Kelurahan Suralaya lingkungan cisalak 1 dan lingkungan kembang kuning masuk dalam dan lingkungan gunung batur Kelurahan Mekar Sari.
Sekretaris PMI Kota Cilegon Ujang Samsul mengatakan, distribusi air bersih tersebut untuk masyarakat di wilayah Kelurahan Suralaya yang terdampak kekeringan dan mengalami krisis air bersih.
“Kami membantu masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan dan cuaca ekstrem. PMI Kota Cilegon berkomitmen untuk memastikan kebutuhan dasar warga terkait air bersih dapat terpenuhi selama masa krisis,” Senin (28/10).
Ujang menyampaikan, PMI Kota Cilegon bekerjasama dengan Pemkot, aparat desa, serta pemangku kepentingan lokal lainnya.
“Kerjasama itu sebagai bentuk melakukan assessment atau penilaian kebutuhan air bersih di setiap wilayah. Jadi lokasi distribusi diprioritaskan untuk wilayah yang paling terdampak dan sulit akses air bersih,” sambungnya.
Pendistribusian 26 ribu liter air itu, kata dia, untuk tiga lokasi tempat yang berbeda yang mengalami kekeringan dan krisis air bersih.
Lingkungan Kembang Kuning sebanyak 9 ribu liter, Lingkungan Cisalak 1 sebanyak 15 ribu liter, Lingkungan Gunung Batur II sebanyak 2 ribu liter.
Saat pengambilan air, warga dikumpulkan menjadi satu titik lokasi di lingkungan masing-masing seperti masjid dan halaman.
“Distribusinya ke lingkungan Cisalak 1 sebanyak 190 Kartu Keluarga (KK), lingkungan Kembang Kuning sebanyak 150 KK, dan satu lagi ke lingkungan Gunung Batur sebanyak 143 KK,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, PMI Kota Cilegon melakukan distribusi air menggunakan tiga mobil dan menurunkan 8 orang personel. Kata dia, distribusi air bersih itu akan berlangsung sampai kondisi di wilayah terdampak membaik.
“PMI Kota Cilegon akan terus memantau situasi dan menyesuaikan durasi distribusi air bersih sesuai dengan kebutuhan masyarakat sampai nanti waktunya sudah membaik,” ungkapnya.
“Kalau kekeringannya masih berlangsung lama dan kebutuhan air bersih semakin meningkat, kami akan membantu distribusikan air bersih ke wilayah yang terdampak. Kami berkomitmen untuk mendukung masyarakat dalam situasi apapun termasuk dalam keadaan darurat seperti ini,” ujarnya.
Sementara itu, warga dari lingkungan Cisalak 1 Rosidi mengaku, untuk sehari-hari memakai air dari sumur jintung dan terkadang memakai air isi ulang
“Kita biasa ambil air di sumur jintung itu masih di lingkungan Cisalak 1 tapi kalau musim kemarau panjang seperti ini air di sumur juga sedikit bahkan sampai kering tidak ada airnya, kadang dapat juga air yang dari kiriman bantuan,” katanya.
Kata dia, warga biasa mengambil air di sumur jintung pada pagi hari dan untuk digunakan sebagai kebutuhan sehari-hari warga.
“Ini airnya untuk kita pakai sehari-hari seperti mandi, masak, nyuci. Kalau minum kita beli isi ulang, tapi kadang kalau tidak ada air sama sekali kita pakai air isi ulang juga untuk kebutuhan lainnya,” ucapnya.
