Dokter Spesialis Bedah Anak Eka Hospital Cilegon dr. Dito Desdwoanto

Bralinknews.com – Cilegon – Maraknya kasus gangguan saluran pencernaan, infeksi, hingga tumor pada anak menjadi perhatian Eka Hospital Cilegon. Dalam satu bulan terakhir, dokter spesialis bedah anak di rumah sakit tersebut menangani sekitar 40 hingga 60 kasus pada pasien anak.

Hal tersebut disampaikan Dokter Spesialis Bedah Anak Eka Hospital Cilegon, dr. Dito Desdwoanto B. S., M.Ked.Klin., Sp.BA., FUAPS, dalam kegiatan edukasi “Kegawatdaruratan Bedah pada Anak” yang digelar di Kiri Coffee Cilegon, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Banten, Rabu (30/9/2026).

Dalam pemaparannya, dr. Dito
Mengungkapkan, kondisi psikologis orang tua dapat berpengaruh terhadap kondisi anak, terutama ketika anak harus menjalani tindakan operasi. Orang tua yang terlalu panik dikhawatirkan dapat meningkatkan kecemasan pada anak.

“Idealnya kita bicara bagaimana orang tua menghadapi anaknya. Ketika menghadapi tindakan, kepanikan orang tua bisa memengaruhi kondisi anak. Hormon stres pada anak dapat meningkat sehingga proses penyembuhan menjadi lebih lambat,” ungkapnya.

Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah infeksi usus buntu. Menurut dr. Dito, pola makan yang kurang serat dan kurangnya konsumsi air putih dapat menyebabkan konstipasi atau sembelit yang kemudian menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan saluran pencernaan anak.

Baca Juga ya..  Bidpropam Polda Banten Jelaskan Hasil Penyelidikan Kejadian di KP3B

Dalam satu bulan terakhir, dr. Dito menyebut pihaknya telah menangani sekitar 40 hingga 60 kasus bedah anak. Kasus yang ditangani cukup beragam, dengan kelainan bawaan pada saluran pencernaan menjadi salah satu yang paling banyak ditemukan.

“Sudah menangani ribuan kasus. Dalam satu bulan ini mungkin kita sudah menangani sekitar 40 sampai 60 kasus. Paling banyak adalah kelainan bawaan di bagian saluran pencernaan,” ungkapnya.

Selain kelainan bawaan, kasus infeksi juga cukup banyak ditemukan pada pasien anak.

“Kedua, yaitu kasus-kasus infeksi yang disebabkan karena daya tahan tubuh yang kurang sehingga terjadi infeksi tersebut,” jelasnya.

Kasus lainnya yang juga menjadi perhatian adalah tumor pada anak. Ia menjelaskan bahwa tumor pada anak memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan tumor pada orang dewasa.

Baca Juga ya..  Sambut Hari Kelautan Nasional 2024, ASDP Tingkatkan Kinerja dan Layanan Penyeberangan Prima

“Yang ketiga dan tidak kalah banyak adalah kasus tumor. Tumor pada anak-anak berbeda dengan tumor pada orang dewasa. Pada anak-anak biasanya berkaitan dengan proses embriologi, jadi sudah terbentuk sejak janin. Tetapi tidak menutup kemungkinan baru muncul setelah lahir atau ketika anak tumbuh,” paparnya.

Selain itu, kelainan pada saluran kemih dan infeksi saluran kemih juga menjadi salah satu kondisi yang sering ditangani. Menurut dr. Dito, tindakan sunat dapat menjadi salah satu upaya untuk membantu mencegah infeksi saluran kemih pada anak laki-laki.

“Kelainan-kelainan di saluran kemih, termasuk infeksi, juga cukup sering ditemukan. Karena itu, kita segera melakukan tindakan sunat. Tren sunat saat ini bisa dilakukan sedini mungkin dan itu sangat diperbolehkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sunat tidak hanya dilakukan atas indikasi medis, tetapi juga dapat dilakukan sebagai salah satu upaya pencegahan infeksi saluran kemih.

Baca Juga ya..  Satu Orang Tenggelam di Pantai Cibaru Anyer, Tim SAR Banten Lakukan Pencarian

“Sunat tidak hanya diindikasikan secara medis, tetapi juga bisa karena indikasi nonmedis untuk mencegah infeksi saluran kemih pada anak-anak. Anak-anak cenderung memiliki saluran kulup yang masih sempit sehingga dapat menghambat ketika buang air kecil,” pungkasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin sebagai salah satu upaya mendeteksi dan mencegah kondisi kesehatan anak agar tidak berkembang menjadi lebih serius.

“Harus rutin kontrol dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Memang tidak bisa dikatakan dengan melakukan itu semua 100 persen penyakit dapat dicegah, tetapi ini merupakan salah satu upaya kita untuk mencegahnya,” katanya.

sebelum menutup, ia juga mengimbau para orang tua untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah anak apabila menemukan kondisi yang berkaitan dengan kegawatdaruratan atau kelainan bedah pada anak.

“Kalau ada kasus-kasus yang berhubungan dengan bedah anak, bisa langsung dikonsultasikan ke spesialis bedah anak supaya bisa dicegah lebih awal,” tutup dr. Dito.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *