Bralinknews.com – Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, Sabtu (6/12), menggelar kegiatan kampanye keselamatan mengemudi di jalan tol kepada puluhan anggota komunitas klub mobil di wilayah Serang, Banten. Kegiatan ini digelar untuk mengajak masyarakat berkomitmen meningkatkan keselamatan berlalu lintas di jalan tol, menghadapi meningkatnya arus lalu lintas kendaraan yang melintas di Tol Tangerang-Merak pada musim libur Natal dan Tahun Baru.
Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak berkolaborasi dengan Kepolisian dari NTMC Polri dalam menyelenggarakan kampanye keselamatan tersebut. Kegiatan yang diikuti puluhan pengguna jasa yang tergabung dalam beberapa komunitas klub mobil di Serang, Banten, dimulai dengan melakukan pengecekan kondisi kendaraan dan memastikan kesiapan stamina pengendara.
Selanjutnya, peserta melakukan konvoi bersama dari Rest Area Kilometer 68 A menuju kawasan wisata Pantai Anyer, dan ditutup dengan kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas. Tujuan utama kampanye ini adalah mengajak masyarakat untuk berkomitmen meningkatkan keselamatan di jalan tol serta mencegah dan menekan terjadinya kecelakaan kendaraan yang kerap disebabkan akibat kelalaian manusia.
Dalam keterangan persnya, Direktur Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, Rinaldi, menyatakan: “Untuk menjaga keselamatan salah satu bentuknya adalah seperti sekarang kita bangun awareness agar pengguna jalan untuk selalu fit, awas lagi perjalanan. Harapannya sebetulnya sesuatu yang tidak hanya pada saat orang itu ikut tapi juga bisa menyebarkan ke masyarakat sekitar.”
Sementara itu, Brigpol Rizka Febri, Baru Bagops Korlantas Polri, menambahkan: “Jalan tentunya bagi para pengguna jalan, menjelang liburan Natal dan Tahun Baru tolong juga persiapkan kendaraannya, bukan cuma siap kendaraan tapi juga mempersiapkan fisik kita sendiri dan juga siap untuk mematuhi peraturan lalu lintas yang ada.”
Berdasarkan data laporan yang tercatat pada Astra Infra Toll Road Tangerang-Merak, angka kecelakaan tahun ini menunjukkan penurunan. Pada periode yang sama di tahun 2024 terdapat total 397 kasus, yang kemudian turun menjadi 373 kasus pada November 2025.
Dari komposisi kecelakaan dalam laporan operasional, mayoritas insiden dipicu perilaku pengemudi yang mengantuk, kurang antisipasi, kecepatan yang tidak sesuai kondisi, serta kurangnya menjaga jarak aman. Selain itu, faktor kendaraan seperti ban pecah, gangguan mekanis, dan kondisi teknis kendaraan yang tidak optimal sebelum perjalanan juga menjadi penyebab kecelakaan.
