Bralinknews.com – SERANG —16 Juli 2026- Keberadaan Saung UMKM Masaru Bersemi kini menjadi motor penggerak utama dalam pemulihan dan penguatan ekonomi warga lokal. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN Indonesia Power UBP Suralaya bersinergi dengan ruang kreasi ini untuk menggelar pelatihan keterampilan tinggi berbasis lingkungan.
Langkah strategis yang berjalan di bawah payung pilar PLN Peduli ini difokuskan pada pemanfaatan vegetasi alam sekitar melalui metode ecoprint pounding (ketuk).
Mengembangkan Potensi Ekonomi Warga Lewat Pelatihan Ecoprint.
Pelatihan ecoprint yang berpusat di Saung UMKM Masaru Bersemi dirancang untuk membekali ibu-ibu rumah tangga dengan keterampilan industri kreatif. Produk yang dihasilkan bukan sekadar kerajinan tangan biasa, melainkan produk fashion ramah lingkungan yang bernilai jual tinggi di pasar modern.
Ketua Saung UMKM Masaru Bersemi, Iffah Latifah, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang dalam mengangkat potensi lokal menjadi karya seni bernilai ekonomis tinggi dengan memanfaatkan karakteristik wilayah setempat.
“Dan ini adalah salah satu upaya kita mengembangkan potensi warga dan potensi yang ada di Kampung Medaksa. Jadi Kampung Medaksa ini kan kita kampung energi yang ada tanamanya, kebun-kebun, dan itu mau kita ejawantahkan (ubah) ke kain yang bisa diperjualbelikan. Jadi ini harapannya bisa seperti itu,” ujar Iffah Latifah saat ditemui di lokasi kegiatan.
Dalam sesi pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan edukasi komprehensif mengenai dasar-dasar pengolahan kain alami. Warga diajarkan untuk memahami karakteristik material, teknik pengolahan warna, hingga metode pencetakan motif yang optimal.
“Kalau untuk hari ini, kita berlatih ecoprint, jadi mereka mulai mengenal apa itu kain yang bisa dipakai, treatment apa saja yang harus diberikan, mineral-mineral apa saja bisa ditambahkan, kemudian teknik untuk daun itu tercetak dengan baik seperti apa,” tambah Iffah Latifah secara mendalam
Daftar Alat dan Bahan Utama Metode Pounding.
Untuk mempraktikkan pembuatan kain ramah lingkungan ini di rumah, berikut adalah komponen wajib yang digunakan oleh warga:
*Kain serat alami – Kain katun polos yang telah melalui proses mordanting (perendaman tawas).
*Dedaunan segar – Bagian tanaman yang memiliki pigmen warna kuat dan urat daun menonjol.
*Plastik pelindung – Lembaran bening transparan untuk menjaga posisi daun agar tidak bergeser.
*Palu kayu khusus – Alat pemukul utama untuk mentransfer warna tanpa merusak serat kain.
Sirkuit Ekonomi Sirkular dari Hulu ke Hilir
Tidak hanya berfokus pada produk kain ecoprint, kawasan terpadu ini rupanya mengusung konsep pengelolaan lingkungan yang jauh lebih luas. Komunitas di bawah kepemimpinan Iffah Latifah di Saung UMKM Masaru Bersemi menerapkan prinsip sirkuit ekonomi ramah lingkungan yang terintegrasi sejak dari pengelolaan limbah rumah tangga.
“Tapi di Kampung Masaru ini sendiri, kita banyak pelatihan-pelatihan yang dari hulu ke hilir, dari sirkuit ekonomi, mulai dari bank sampah. Jadi bank sampah itu kita membuat memilah sampah dari rumah, kemudian dari situ kita buat juga organiknya, dari organik kita punya kompos buat kebun,” paparnya menjelaskan alur program
Integrasi menyeluruh ini memastikan tidak ada sisa produksi yang terbuang sia-sia, melainkan berputar kembali menjadi rantai nilai ekonomi baru bagi ketahanan pangan dan UMKM warga.
“Kebun punya pola panen, kita punya pola UMKM, terus pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan utamanya eco-frame, jadi ramah lingkungan,” pungkas Iffah Latifah menutup wawancara.
Kombinasi antara edukasi literasi generasi muda, pemilahan sampah, pertanian mandiri, dan peningkatan pendapatan ekonomi warga diharapkan mampu menciptakan ekosistem desa yang mandiri, berdaya saing, dan selaras dengan kelestarian alam lingkungan sekitar.

