
Bralinknews.com – Cilegon – Momentum Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 menjadi tonggak penting bagi Kota Cilegon dalam upaya penanganan limbah domestik. Industri Pengolahan Sampah Terpadu (IPST) ASARI, yang difasilitasi oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), melaporkan peningkatan signifikan dalam kapasitas operasionalnya yang kini mampu mengolah hingga 300 kg sampah plastik setiap harinya.
Langkah strategis ini hadir sebagai solusi hilir yang krusial untuk menahan laju tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Bagendung. Sebagai informasi, saat ini TPSA Bagendung memikul beban berat dengan menerima kiriman sampah sekitar 200 ton per hari dari seluruh penjuru kota.
Pemberdayaan Berbasis Komunitas dan Ekonomi Sirkular
Sejak didirikan pada tahun 2021, IPST ASARI dikelola secara mandiri oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sehati Maju Bersama. Program ini tidak hanya berfokus pada kelestarian lingkungan, tetapi juga telah menyentuh aspek sosial-ekonomi dengan melibatkan lebih dari 9.200 warga lokal.
Masyarakat terlibat aktif dalam rantai pasok sampah, mulai dari pengumpulan, pemilahan, hingga pengolahan menjadi produk bernilai guna. Aktivitas ini menciptakan lapangan kerja baru, terutama dalam produksi minyak pirolisis bermerek ‘PLUSRI’, cacahan plastik ‘CIRCLO’, hingga pengelolaan gudang minyak jelantah.
Ketua IPST ASARI, Murad M. Yasin, menegaskan bahwa kehadiran fasilitas ini telah mengubah wajah pengelolaan sampah di tingkat akar rumput.
“Keberadaan IPST ASARI tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Melalui keterlibatan langsung, masyarakat dapat memperoleh penghasilan tambahan sekaligus menciptakan peluang usaha lokal,” ujar Murad dalam keterangan resminya.
Capaian Signifikan dan Transformasi Teknologi
Data internal mencatat, sejak tahun 2021 hingga saat ini, IPST ASARI telah berhasil mengelola total lebih dari 79.700 kg sampah plastik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.200 kg diolah menggunakan teknologi pirolisis yang menghasilkan lebih dari 26.800 liter minyak pirolisis PLUSRI.
Produk PLUSRI kini telah dimanfaatkan secara luas oleh pelaku UMKM di sekitar wilayah operasional, memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar konvensional.
Nicko Setyabudi, Circular Economy & Partnership Manager Chandra Asri Group, menyatakan bahwa dukungan perusahaan difokuskan pada peningkatan kapasitas SDM dan penyediaan teknologi.
“Kami memfasilitasi pengembangan keahlian bagi para pekerja serta menyediakan dukungan mesin untuk mengoptimalkan proses pengolahan. Ke depan, IPST ASARI diharapkan menjadi percontohan praktik pengelolaan sampah berbasis komunitas yang berdampak nyata bagi lingkungan dan memperkuat ekonomi masyarakat,” ungkap Nicko.
Mengubah Paradigma Sampah Menjadi Sumber Daya
Melalui inovasi dan pemberdayaan berkelanjutan, Chandra Asri Group berkomitmen untuk terus mendorong perubahan paradigma masyarakat dalam memandang sampah plastik. Sampah tidak lagi dipandang sebagai residu yang mencemari lingkungan, melainkan sebagai sumber daya ekonomi yang produktif.
Dengan integrasi teknologi dan partisipasi publik, IPST ASARI diproyeksikan terus memperluas jangkauan operasionalnya. Upaya ini menjadi bagian integral dari misi besar Kota Cilegon untuk mencapai pengelolaan sampah yang mandiri dan berkelanjutan, sekaligus memperpanjang usia pakai TPSA Bagendung melalui pengurangan sampah dari sumbernya.

