
Bralinknews.com – Cilegon – Intensitas hujan yang ekstrem sejak Sabtu malam (7/3) hingga Minggu dini hari (8/3/2026) menyebabkan bencana banjir besar melanda Kota Cilegon. Tidak hanya merendam ribuan pemukiman warga, banjir kali ini juga melumpuhkan fasilitas vital, termasuk RSUD Kota Cilegon yang terpaksa mengevakuasi pasien di tengah pemadaman listrik.
Fasilitas Kesehatan Terdampak Parah.
Banjir mulai memasuki area RSUD Kota Cilegon pada Minggu dini hari dengan ketinggian air mencapai 30 cm di dalam ruangan. Manajemen rumah sakit segera mengambil langkah darurat dengan mengevakuasi pasien rawat inap ke lantai yang lebih aman. Proses evakuasi berlangsung dramatis karena aliran listrik dipadamkan untuk menghindari korsleting, sehingga petugas harus bekerja dengan alat penerangan seadanya.
Ribuan Warga di Empat Kecamatan Dievakuasi.
Data sementara dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cilegon mencatat sedikitnya 2.036 Kepala Keluarga (KK) terdampak di empat kecamatan utama: Cibeber, Jombang, Purwakarta, dan Ciwandan.
Di wilayah Kecamatan Cibeber, khususnya Link Sambirata dan area dekat Polsek Cibeber, ketinggian air dilaporkan mencapai leher orang dewasa. Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, dan relawan terus menyisir lokasi menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi lansia dan anak-anak yang terjebak di dalam rumah.
Lumpuhnya Jalur Logistik dan Industri.
Akses transportasi menuju kawasan industri Anyer juga mengalami hambatan serius. Genangan air tinggi di wilayah Cigading dan Ciwandan membuat kendaraan logistik tidak dapat melintas, memicu kemacetan panjang di jalan protokol. Sejumlah kendaraan roda dua milik warga juga dilaporkan mogok akibat memaksakan diri menerjang banjir.
Upaya Penanggulangan dan Posko Darurat.
Pemerintah Kota Cilegon telah mengaktifkan status tanggap darurat dan mendirikan dapur umum di kantor-kantor kecamatan terdampak. Fokus utama saat ini adalah penyaluran bantuan logistik berupa makanan siap saji, obat-obatan, dan perlengkapan bayi.
Warga dihimbau untuk tetap waspada mengingat prediksi BMKG yang menyatakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

